Kehidupan Ekonomi Kerajaan Tidore °‧🫧⋆.ೃ࿔*:・
ೀ Pada awalnya, Sultan Tidore mengizinkan Spanyol berdagang, yang mendorong perdagangan rempah. Persaingan Portugis dan Spanyol di abad ke-16 mempengaruhi ekonomi Tidore, sementara kedatangan Belanda (VOC) di abad ke-17 menyebabkan peningkatan produksi cengkih dan pala untuk perdagangan internasional.
Rempah-rempah ini diperdagangkan melalui jalur laut dan darat ke Eropa. Keberadaan VOC memindahkan pusat produksi rempah dari Tidore ke Ambon dan Lease, memengaruhi ekonomi Tidore. Sultan Nuku (1797-1805) terkenal karena perjuangannya melawan Belanda dan menyatukan Ternate-Tidore.
Setelah Sultan Nuku wafat, Tidore jatuh ke tangan Belanda karena konflik internal. Secara keseluruhan, perdagangan rempah, terutama cengkih dan pala, sangat memengaruhi ekonomi dan budaya Tidore.
Siti Haidiroh Syaripatu Tsania Tiurma
Sumber:https://www.kompas.com/stori/read/2024/06/06/180000879/kehidupan-ekonomi-kerajaan-tidore?page=2
Sumber Foto: https://images.app.goo.gl/JL3Q8S9ztLjJB4tv6



Komentar
Posting Komentar