Kehidupan Sosial Kerajaan Ternate ⋆🐾°

   Kerajaan Ternate dikenal sebagai penghasil rempah-rempah, terutama cengkih dan pala, yang menjadikannya bagian dari jalur perdagangan internasional.

  Interaksi dagang menyebabkan pertukaran budaya dan percampuran suku bangsa, menciptakan masyarakat multikultural dengan berbagai bahasa dan tradisi.

  Kehidupan sosial-budaya Ternate juga dipengaruhi oleh masuknya agama Islam pada abad ke-15, menjadikannya agama resmi kerajaan.

 ꩜ Masyarakat Ternate terbagi dalam dua golongan:

a. Pribumi yang merupakan keturunan asli dan memegang jabatan penting,

b. Pendatang dari daerah lain di Nusantara.

 Meskipun mayoritas memeluk Islam, kepercayaan animisme dan dinamisme masih dipraktikkan.

 ꩜ Contoh upacara adat dan keagamaan:

a. Kololi kiye dan fere kiye (mengelilingi Gunung Gamalama)

b. Kolano uci sabea (sultan salat di masjid, sebagai ritual penting)

 Penyebaran Islam dipengaruhi oleh pemuda Maluku yang belajar di Gresik, termasuk Zainal Abidin (raja Ternate 1486–1500). Dan Sunan Giri juga pernah berkunjung ke Ternate untuk menyebarkan agama Islam, pada akhir abad ke-15, yaitu sekitar akhir tahun 1400-an.

 Portugis juga membawa Katolik ke Ternate pada abad ke-16. Lalu, Kedatangan Belanda kemudian memaksakan monopoli dagang dan mengubah agama masyarakat dari Katolik ke Protestan.


Syarip Sugandi 

Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2024/08/05/235600079/kehidupan-sosial-budaya-kerajaan-ternate

Sumber Foto: https://images.app.goo.gl/4kMzMPDz87rs11Jb7

Komentar

Postingan Populer